Ditengah Negara Broker ( 2 )

Negeri Di Ujung Semenanjung

Ketika Presiden Jokowi mengumumkan program amnesti untuk para penunggak pajak, mereka ( para penunggak pajak ) yang memarkirkan dananya di luar negeri menyambut dengan antusias, tercatat hampir 7,000 Triliun Rupiah dana yang sudah di laporkan kepada pemerintah.

Pemerintah segera menyambut baik, dengan mengeluarkan regulasi ekonomi, barang siapa yang mau menginvestasikan kembali dana tersebut di dalam negeri akan mendapatkan berbagai macam fasilitas dan intensif.

Negeri di ujung Semenanjung bak kebakaran jenggot, Dana yang terparkir di negeri itu menyentuh 50% lebih dari yang dilaporkan, kurang lebih 4.000 Triliun Rupiah, kalau semua dana itu ditarik dengan tiba-tiba,  kita bisa banyangkan bagaimana ekonomi Negeri itu. Bahkan bila ditarik perlahan pun negeri itu akan kolaps dalam hitungan hari.

Tak lama berselang dari pengumuman pemerintah Indonesia, Perdana Menteri Negeri Ujung Semenanjung itu, menyatakan siap berinvestasi di Indonesia, dipilihlah kawasan KEK ( Kawasan Ekonomi Khusus) Batang Jawa Tengah, dengan menyediakan lahan ribuan hektar. 

Di bidang perdagangan internasional, hampir semua lini perdagangan Indonesia transaksinya harus melalui negara Ujung Semenanjung itu, kalau kita tidak berkunjung langsung ke negara Mitra Bisnis.

Perusahaan internasional yang beroperasi di Indonesia khususnya dan Asia Tenggara umumnya, Kantor pusatnya hampir bisa dipastikan berada di negeri itu. Negeri itu menyediakan intensif dan fasilitas yang bagus, untuk perusahaan-perusahaan internasional yang membuka kantor pusat di sana.

Pendapatan dari jasa pelabuhan lautnya saja, sudah berada di atas rata-rata pendapatan pelabuhan di Indonesia. Padahal kita tahu air tawar dan Gas alamnya masih impor. Dengan kesamaan geografis dengan Provinsi Aceh atau Batam ( Provinsi Riau ) mengapa kita tidak membuka pelabuhan samudera di kedua provinsi itu?

Dalam perdagangan kita keluar negeri, terutama dengan negara-negara Eropa, barang kita harus melalui negeri itu, sekedar mengeluarkan sebuah surat.

Singkat kata, keluar masuk barang atau kegiatan ekonomi dari negara kita keluar negeri, harus melalui negeri Ujung Semenanjung itu.

Semoga kedepan pemimpin-pemimpin kita lebih memperhatikan hal ini dengan serius. 


Salam Indonesia Raya ...



Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGKAH PERTAMA MEMANG DIRANCANG UNTUK MENYIKSAMU

Seni dan Ilmu Intelijen ( 1 )