Di Tengah Negara Broker ( 1 )

Negeri Jiran

Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara yang besar di kawasan Asia Tenggara, baik dari segi wilayah, penduduk, hasil alam dan masih banyak lagi kebesaran dari negeri kita.

Seperti seorang gadis cantik nan molek, Indonesia menarik minat banyak negara, tak terkecuali negara-negara tetangga kita, pun memanfaatkan peluang ini untuk sekedar mencari keuntungan dalam perdagangan sampai berstrategi untuk menghidupi negaranya.

Perbatasan darat Negeri Jiran, banyak sekali ditemukan pengiriman narkoba dalam jumlah besar melintas ke negara kita. Bahkan dalam banyak kasus pengiriman juga melalui laut dan udara.

Beberapa kasus tertangkapnya pelaku, sering mengaku kalau tujuan pengiriman bukan ke Indonesia tapi ke Australia, Indonesia hanya transit, kita tahu bahwa Negeri Jiran punya aturan yang ketat soal narkoba, tapi bagaimana bisa narkoba tersebut bisa transit di sana? Apa diproduksi di sana? Apa ada "pembiaran" dari aparat negeri Jiran? Terstruktur dan terorganisir atau liar? Banyak pertanyaan yang membutuhkan keseriusan untuk menjawabnya.

Belum lagi persaingan bisnis kelapa sawit, di pasar Internasional, kelapa sawit kita hanya menempati posisi kedua setelah Negeri Jiran, padahal luas perkebunan kelapa sawit kita enam kali lipat luas perkebunan Negeri Jiran.

Berulang kali negeri Jiran mengancam keutuhan wilayah Republik Indonesia, dia memanfaatkan setiap celah kelengahan aparatur negara kita. Beberapa waktu yang lalu penduduk disekitar pembangunan Pos Lintas Batas Negara ( PLBN ) Long Nawan, Kalimantan Utara, mengutarakan lebih condong ke Negeri Jiran daripada ke Republik Indonesia, karena mereka diberi fasilitas layaknya warga negara Negeri Jiran. Hal ini sangat memprihatinkan sekali.

Harapan kita dengan segera di bukanya akses PLBN Long Nawan, Kalimantan Utara, bisa menumbuhkan lagi semangat nasionalisme warga Long Nawan.

Kalau kita ingat Noordin M Top, gembong teroris yang tertembak mati dalam persembunyiannya di kota Batu, Malang, Jawa Timur. Kebetulan juga warga negara Negeri Jiran. Kebetulan juga dia merupakan anak didik agen Britania Raya.

Kesamaan budaya dan bahasa yang hampir sama membuat mereka lebih mudah membaur dengan penduduk lokal.

Kedekatan geografis dimanfaatkan untuk mengangkut hasil tambang ilegal secara cepat, misalnya, di laporkan dalam pajak 1 ton, yang di angkut bisa 3-4 ton.

Dalam ijin pemakaian lahan, dalam ijin di peruntukan untuk perkebunan, tapi kenyataannya banyak lahan yang dibiarkan kosong atau nganggur, ada juga yang digunakan tidak sesuai peruntukannya.

Semoga kedepan aparatur dan pejabat kita lebih waspada.

Salam Indonesia Raya ...



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LANGKAH PERTAMA MEMANG DIRANCANG UNTUK MENYIKSAMU

Ditengah Negara Broker ( 2 )

Seni dan Ilmu Intelijen ( 1 )