Laut Nusantara
Dalam Analisa
Saya sangat setuju dan mendukung langkah Menteri kelautan jaman Ibu Susi Pudjiastuti, dengan menenggelamkan kapal-kapal ilegal fishing yang tertangkap di perairan Nusantara.
Mengapa?, Ada beberapa sebab mulai dari cara membawa barang bukti berupa kapal penangkap ikan yang tertangkap ke pangkalan terdekat, ini membawa resiko tersendiri, mengingat mereka bukan nelayan tradisional biasa, mereka "war tools", mereka prajurit yang terlatih di samarkan menjadi nelayan tradisional, untuk memperebutkan LCS ( Laut China Selatan ).
Kapal-kapal yang tertangkap pun, membutuhkan perawatan hingga proses hukum selesai.
Bisa jadi mereka pura-pura menyerah, begitu beberapa personil pindah ke kapal mereka untuk melakukan pengawalan, mereka melarikan diri dengan personil kita di dalamnya.
Dalam beberapa kisah, ada satu armada kapal ( biasanya terdiri dari 10 - 12 kapal ), 6 kapal bertolak dari Hongkong ( China ) dan 6 kapal lainya bertolak dari Darwin ( Australia ), mereka melintas di ALKI 3 sambil membuka jaring, yang membentang 1 Nm dikanan-kiri kapal, hasil tangkapan dari arah Hongkong ( China ) dijual di pelabuhan Darwin, begitu pula sebaliknya.
Kisah lain lagi, Armada kapal ini di kawal coast guard untuk melaut di perairan kita, sehingga ketika tertangkap mereka beralasan bahwa masih di wilayah perairan mereka.
Salam Indonesia Raya ....
Komentar
Posting Komentar